KEADAAN DI PENJARA
SUKAMISKIN, BANDUNG
Sukamiskin, 17 Mei 1931.
Soekarno;
Saudaraku!
Barulah sekarang ada sepucuk surat dari
Sukamiskin kepada Saudara. Lebih baik saya katakan daripada tidak sama sekali
saya berkirim surat kepada Saudara, karena orang tangkapan seperti macamku ini
hanyalah sekali dalam dua minggu boleh berkirim surat. Dua pekan yang lalu ada
jugalah kesempatan bagiku untuk mengirimkan surat, tetapi kesempatan itu saya
pakai untuk memberi kabar kepada isteriku, bahwa saya sudah dipindahkan ke
Sukamiskin, dan dia boleh datang melihat dan berbicara dengan saya dua kali
dalam sebulan, serta tidak boleh membawa apa-apa sebagai tanda-kasih atau
“oleh-oleh” untukku. Berapakah lamanya, cuma sepuluh menit. Menerima surat
bolehlah saya tiap-tiap hari; tentu sahaja diperiksa baik-baik.
Tidak berapa lamanya sesudah masuk ke dalam
rumah kurungan,
maka saya lalu bertukar pakaian dengan
pakaian orang kurungan
yang berwarna biru; rambutku dipotong hampir
menjadi gundul, di milimeter dalam bahasa Belandanya. Hampir segala apa yang
saya bawa dari rumah tahanan (di kota Bandung) – itu semuanya diambil. Besok
harinya hari besar Islam; jadi saya tak perlu bekerja. Sehari sesudah itu saya
mesti pergi berbaris ke tempat … membuat kitab tulisan: di sanalah saya sampai
sekarang meladeni satu daripada mesin garis dan mesin potong yang besar-besar;
tiap-tiap hari saya kerjakan berpuluh-puluh rim kertas: memedat barang, memuat
dan membongkarnya. Pada malam hari kalau pekerjaan sudah selesai dan sesudah
mandi yang lamanya ditentukan enam menit, ya, enam menit, dan membersihkan
badan karena kotor oleh minyak mesin yang melekat pada tangan kaki dan pipi;
dan kalau saya sudah makan, makan nasi merah dengan sambal yang sederhana, maka
besarlah hati saya karena kembali ke dalam bilik kecil yang besarnya 1,50 x
2,50 M, sehingga dapat melepaskan lelah pekerjaan sehari-hari. Badanku sudah
letih lesu, dan otakku seolah-olah tertidur (lethargie), sehingga kitab yang
terbuka di hadapanku tidak terbaca lagi, dan belajarpun tak ada hasilnya.
Sebentar lagi pukul sembilan cahaya mesti digelapkan dengan tidak dapat
disangkal lagi; baiklah begitu, karena hari ini sudah bekerja keras, dan
besoknya bekerja keras lagi, dan kedua-duanya memaksa saya mesti lekas pergi
tidur.
Boleh juga pergi ke bilik tempat
bermain-main, ke recreatie-zaal.
Di sana boleh bermain dan bermain catur;
dapat membaca kitab perkara sport, perdagangan dan kitab yang berdasarkan
agama; membaca ditengah-tengah saudara-saudaraku yang sedang bersuara: dapat
juga berkata-kata. Tetapi hati dan badan yang haus tiadalah dapat dipenuhinya;
itupun menurut perasaanku pula. Itulah sebabnya, maka saya hanya sekali-kali
sahaja pergi ke sana;
biasanya malam hari saya berkurung dalam
bilikku sahaja.
Saya coba-coba mengusahakan supaya waktu
dalam bilik kecilini besar hasilnya. Sampai sekarang percobaan
itu tak ada manfaatnya. Karena tahadi telah saya katakan: saya tak dapat
belajar dengan baik, karena badan sudah payah. Otak seolah-olah dapat penyakit
kekurangan darah (anaemie), sehingga tidak banyak yang dapat diterima dan
difikirkannya; otakku merasa lekas benar penuh isinya, lekas payah. Alangkah
baiknya, sekiranya ada surat-kabar. Tetapi segala surat-kabarku-ditahan, begitu
juga surat-berkala; sedangkan “d’Orient” tak boleh saya terima.
Bibliotheek rumah kurungan ini lebih
dimaksudkan sebagai pelepas lelah dan untuk mempertebal perasaan agama daripada
untuk belajar. Kitab pengetahuan hanya sedikit; untuk keperluanku, yaitu
perkara sosial dan sosiologi, tidak ada sama sekali. Memasukkan buku sendiri
hanya diizinkan dengan pemeriksaan keras. Dahulu dalam rumah kurungan di
Bandung, dapat juga saya meneruskan pelajaranku perkara pergaulan hidup dan
sejarah, walaupun dengan beberapa perjanjian yang berat‑berat. Tetapi sekarang
pelajaran ini, yaitu untuk mengetahui pergerakan pergaulan hidup, syarat-syarat
pergerakan dan pergaulan orang Timur, semuanya itu terpaksalah saya hentikan,
tak dapat diluaskan lagi. Bagaimana jadinya? Hanyalah ini: Sukamiskin ialah
tak lebih daripada suatu rumah kurungan, dan saya ini tak lebih daripada
seorang-orang hukuman; seorang manusia yang mesti menyembah larangan dan
suruhan, seorang manusia yang mesti melupakan kemanusiaannya. Dahulu dalam
rumah tahanan hidupku telah dibatasi, sekarang batasnya bertambah sempit lagi.
Segalanya di sini dikerjakan dengan suruhan komando; makan, pulang balik ke
tempat bekerja, makan, mandi, menghisap udara, keluar masuk bilik kecil,
semuanya dikerjakan seperti serdadu berbaris; semuanya seolah-olah disamakan
dengan suatu derajat, tempat kemauan merdeka mesti dihilangkan. Orang hukuman
sebenarnya tiada lain daripada seekor binatang ternak; orang hukuman menurut
kata pengarang Jerman Nietzsche, ialah seorang manusia yang dijadikan manusia yang
tiada mempunyai kemauan sendiri, seperti binatang ternak. Sungguh sayang benar
hati kita kepada Nietzsche! Kalau dicobanya menghidupkan seorang “uber-Mensch”,
dalam suatu rumah kurungan, yaitu orang yang lepas dari segala kebaikan dan
keburukan, tentulah akan sia-sia belaka. Alangkah heran hatinya, setelah
dibacanya kembali kitabnya, yang bernama “Zarathustra”!Seperti saya
ini tinggal dalam bilik kecil pada malam hari dipandangnya sebagai keburukan
yang paling kecil; tinggal dalam kandang yang sempit, tempat manusia dapat
insyaf akan dirinya, tempat manusia dapat mengemudikan sedikit-sedikit,
walaupun dibatasi betul-betul. Saya tentu akan dibenarkan, kalau saya lebih
suka dibuang tiga tahun daripada dihukum 21/2 tahun
dalam rumah kurungan … Tetapi entah di mana ada tertulis kalimat ini: “Walau di
mana sekalipun, patutlah kemajuan diusahakan!” Hatiku tinggal tetap; selalu
insyaf akan diriku; tak pernah saya melupakan suara hatiku. Dan selalu saya
mengusahakan kemajuan itu, baik dahulu atau sekarang. Barang siapa yang tidak
berusaha menuju derajat Uber-Mensch, itulah tandanya ia tak tahu akan suruhan
kemajuan. Korban yang sebenar-benarnya dilakukan tentulah tidak akan
terbuang-buang sahaja; bukankah Sir Oliver Lodge telah mengajarkan “no
sacrifice is wasted” atau dalam bahasa Jawa “Jer basuki mawa beya”.


